Rabu, 10 Oktober 2012

WARGA DESA Cisaat-Cibingbin Minta Usut Tuntas Penyelewengan Dana Bantuan Yayasan Saung Kadeudeuh

Rumdin Bidan yang terkatung-katung penyelesaiannya
Kuningan,HR, Dengan adanya dana bantuan dari yayasan Saung Kadeudeuh  untuk alokasi rumah dinas bidan sebesar Rp 40 juta di desa Cisaat kecamatan Cibingbin masyarakat mempertanyakan peyelesaian/finising per tiga bulan kalender RUMDIN tersebut. Namun sampai saat ini sudah hampir enam bulan belum selesai.

Sementara menurut keterangan warga kayu-kayunya menggunakan kayu dari pemakaman umum desa Cisaat yang membuat warga bertanya kemana sisa kayu yang ditebang itu. Karena menurut keterangan warga kayu jati yang di tebang termasuk ukurannya paling besar di desa tersebut kalu seandainya kayu itu dipakai untuk bangunan rumah bidan ukkuran 4 X 7 mtr mungkin bisa dua bangunan. Yang anehnya sisa kayu tersebut raib entah kemana karena kayu untuk bahan bangunan itu tidak pakai kayu jati tersebut.

Dengan kejadian tersebut masyarakat mendesak minta pertanggung jawaban kepala desa untuk segera menyelesaikan bangunan RUMDIN Bidan itu, dan  menurut keterangan warga yang banyak mengetahui lajunya pemerintahan desa Cisaat bahwa uang untuk pembangunan RUMDIN tersebut dipinjam kepala desa sebesar Rp 11 juta. Dengan janji bila ADD telah cair pinjaman akan segera dikembalikan. Namun sampai berita ini di turunkan kepala desa Cisaat Maman Castiman mengatakan baru ada uang Rp 5 juta sehingga masyarakat menolak keras karena pengembalian uang tidak sesuai dengan uang yang dipinjamnya karena lebih besar kekurangannya,.

Lebih jauh warga masyarakat desa Cisaat mempertanyakan hasil penjualan kayu jati oleh panitia pembangunan mesjid dan swadaya masyarakat yang diuangkan upah pembangunan RUMDIN melalui musawarah bahwa uang dari hasil itu semua untuk membeli alat pengadukan semen dan pasir/mesin molen tapi sampai saat ini mesin tersebut tidak ada dan uangnya pun entah kemana,”Kami sebagai masyarakat yang ingin desa Cisaat maju minta kepada panitia dan pemerintahan desa untuk membuktikan mesin molen itu jadi aset masyarakat desa Cisaat dan dibuktikan keberadaannya sampai tanggal 31 Oktober sesuai dengan MoU penyelesaian RUMDIN BIDAN ini,”ujar salah satu tokoh masyarakat yang tidak mau namanya  di publikasikan,

Menurut Eman Castiman kepala desa Cisaat di dampingi IMAN Kaurpem ketikat ia di komfirmasi HR diruang kerjanya, memang mengakui  hal itu terjadi tapi ini bukan mutlak kesalahan pihak desa , pihak panitia pembangunanlah yang lari dari tanggung jawab. Karena menurutnya jati milik masyarakat yang di tebang di lahan pemakaman umum pun tidak jelas dialokasikan kemana. Dan kalau memang tidak sanggup untuk menyelesaikan dari awal saja pihak desa yang mengerjakan bangunan itu,malahan waktu itu ada salah satu pemborong yang sanggup Rp 30 juta untuk membangun RUMDIN BIDAN tersebut,hal ini dibenarkan ketua BPD Desa Cisaat kepada HR.

“Maka dari itu,Kami atas nama pemerintahan desa bertanggung jawab untuk menyelesaikan sampai tanggal 31 Oktober nanti sesuai MoU dengan pihak yayasan karena waktu pengerjaan RUMDIN berbarengan dengan pengerjaan jalan  menuju desa Cisaat dari desa Dukuhbadag sehingga dana untuk penyelesaian RUMDIN terpakai, mengakui semua kesalahan itu. Dan kami saat ini lagi berupaya untuk mencari dana yang terpakai.”ujar Eman yang di iyakan Iman kepada wartawan koran ini. “Kami berharap kepada semua elemen masyarakat jangan dulu menghakimi kami karena walau bagaimana uang itu bukan dipakai pribadi tapi ini dipakai kepentingan umum,mangkanya kalau ada permasalahan kita musyawarah mupakat mencari titik temu jangan ditunggangi kepentingan segelintir orang.”tambah Sunaryo ketua BPD Desa Cisaat lebih jauh kepada HR..[Aceng/Ikin]

BPBD Kabupaten Kuningan REALISASIKAN Dana Rp 9 Milyar


Kuninan,HR. Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Kuningan telah merealisasikan dana bantuan untuk pasca Bencana kepada tiga instansi seperti SDAP,Cipta Karya dan Bina Marga sebesar Rp 9 Milyar.

Menurut Hidayat kepala BPBD Kabupaten Kuningan menuturkan kepada HR di ruangan kerjanya bahwa ,”memang betul dalam periode tahun 20012 dana Rp 9 Milyar telah direalisasikan yang mana dalam penyalurannya pelaksanaan teknisnya melalui tiga intansi yakni SDAP,Cipta Karya dan Bina Marga. Kronologisnya BPBD menampung kajian kajianteknis dari ketiga intnsi tersebut gunadi ajukan ke Bupati intuk penetapan.,yang termasuk dalam pasca bencana adalah yang unsurnya terhenti 

aktifitas masyarakat seperti longsor atau jembatan putus dan lain-lain.”ujarnya lebih jauh. Lebih jauh Hidayat Kepala BPBD Kabupaten Kuningan menuturkan kepada HR bawa salah satu contoh terputusnya jembatan di desa Suganangan terhentinya segala aktifitas warga  baik untuk pelayanan publik,ekonomi juga pendidikan. Secara teknis dalam pelaksanaan dilapangan adalah Dinas Bina Marga begitu juga dengan intansi-intansi yang lainnya sesuai dengan bidangnya jelas hidayat saat di komfirmasi HR diruangan kerjanya. (DODO)

Jumat, 21 September 2012

TOKOH MUDA INGIN BERKARYA


Indra Zulkarnaen tokoh pemuda desa Tanjungkerta 
yang terpanggil ingin bangun desa kelahirannya
Kuningan.HR. Sungguh bisa dianggap gigih perjuangan tokoh muda ini yang terpanggil untuk membangun desa kelahirannya. Pria kelahiran 2 Desember 1983 ini Indra Zulkarnaen yang dilahirkan di desa Tanjungkerta anak pasangan bapak Nana Supriatna dan  ibu Datirah , yang terkenal dekat dengan semua elemen masyarakat desa Tanjungkerta.  Kini dengan bermodalkan kedekatan itulah beliau sering melakukan pencitraan di desanya untuk berpolitik lebih santun.

Indra saat ini sering diminta masyarakat desa Tanjungkerta untuk bisa lebih memajukan pembangunan desanya dengan dia menjadi Kades dalam 2013 nanti. “Alhamdulillah kalau memang masyarakat percaya kepada saya, itupun sebetulnya saya tidak gila jabatan seandainya mereka menunjuk saya jadi Kades Insya ALLAH saya akan memegang teguh amanah tersebut,” ujar Indra rendah hati. “Sekarang waktu itu masih jauh, mari kita sama-sama saling bahu membahu membangun desa tercinta ini. Dan saya rasa pak Dadi juga sudah cukup berhasil membangun desa Tanjungkerta dengan bukti Inprastruktur lebih pesat pembamgunannya dari pemimpin yang lalu , kita harus memberikan penghargaan tertinggi atas kerja kerasnya membangun desa Tanjungkerta ini.” Katanya lebih jauh.

Indra saat ini aktip berpolitik dan beliau menjabat sebagai pembina DPC PKS Kecamatan Karangkancana yang terkenal kedekatan dengan para elit politik dari berbagai  Partai besar yang ada di kabupaten Kuningan. Putra daerah ini terpanggil ingin memberikan sumbangsih pola pikirnya untuk membangun desa Tanjungkerta karena masyarakat memintanya Jadi Kades  hampir dalam setiap pertemuan.
”Saya belum bisa janji apapun karena untuk kearah sana masih jauh toh perjalanan politik di desa  memang sudah mulai memanas tapi kita harus bisa lebih santun dan dewasa menyikapi segala rumor dan asumsi masayarakat yang saat ini terjadi di desa Tanjungkerta,kita dalam berdemokrasi ini sah-sah saja siapapun boleh mencalonkan dan dicalonkan, Tapi saya pribadi belum bisa mengatakan apapun karena saya sangat menghargai pa Dadi. Maka dari itu, mari kita jangan mempermasalahkan pencalonan kades dulu yang penting pembangunan di desa Tanjungkerta ini kita sama-sama bertekad memajukan desa Tanjungkerta tercinta.”tambah INDRA ZULKARNAEN rendah hati sambil pamit menutup penbicaraan karena waktu memasuki ibadah Sholat Magrib telah tiba .(IKIN/NICO)