Sabtu, 13 Oktober 2012

Jalan Akses Desa Linggajaya-Margacina Tak Kunjung Dapat Sentuhan Perbaikan


DENII Warga desa Margacina inisiatip perbaiki jalan berlubang
Kuningan HR, Kondisi jalan CIKONENG dari desa Linggajaya menuju desa Margacina akses penghubung desa tersebut sangat memprihatinkan terlihat lubang seperti kubangan kerbau di sepanjang jalan menuju desa tersebut,hal ini terpantau ketika HR melewati jalan itu. Tampak beberapa warga berjibaku memperbaiki jalan di jalan tanjakan  blok Cikoneng yang menurut keterangan warga hampir tiap hari ada sajatruk yang amblas terperosok ke saluaran air karena badan jalan di sebelah kiri hampir putus tergerus air. “Kami merasa khawatir dan kasihan kepada pemakai jalan ini,mereka kalau tidak hati hati pasti celaka,karena jalan ini sudah sangat parah. Makanya kami berinisiatif mengerjakan perbaikan sekedarnya supaya pemakai jalan bisa melewati jalan ini.”kata Deni kepada HR.

Mereka berdua teman Deni menaikan batu belah dari solokan untuk menutupi lubang menganga yang hampir di sepanjang jalan ini. Seperti tampak dalam gambar badan jalan ini telah longsor hampir menghabiskan sebagian jalan sudah beberapa bulan dibiarkan menganga. Yang bila dibiarkan terus akan memakan korban jiwa karena yang biasanya dua mobil masuk saat ini satupun sangat susah. “Saya berharap ada perhatian dari pemerintah untuk perbaikan segera jalan ini karena kondisinya semakin membahayakan pengguna jalan, padahal banyak pejabat Pemda maupun wakil rakyat yang lewat jalan ini tapi ko tidak di perhatikan,” ujar salah satu warga pemakai jalan itu berharap jalan di dusun Cikoneng dapat segera di perbaiki. “Permohonan kami sebagai warga masyarakat pengguna jalan ini kepada pemerintah daerah dan anggota dewan segera mengajukan untuk perbaikan ini,karena seperti yang bapa lihat sepanjang jalan dari desa LINGGAJAYA  menuju Margacina dan Sagaranten terlihat lubang menganga dan dalam sekali kalau hujan apalagi seperti kolam ikan terlihatnya,.” Tambahnya bernada kesal kepada HR. (IKIN/NICO/UJANG /RONI)

KELOMPOK CAHAYA MEKAR IV Berhasil Buat KEBUN BIBIT RAKYAT



A.THOLANI Ketua Kelompok CAHAYA MEKAR IV didamping sekertaris kelompok E.Darman di kebun nya
Kuningan HR. Untuk menghijaukan dan menghutankan wilayah pedesaan sekitar DAS Cisanggarung Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui DISHUTBUN Kabupaten Kuningan dari sumber dana Kementrian Kehutanan , Direktorat Jendral Bina Pengelolaan DAS dan Perhutanan Sosial . Balai pengelolaan DAS Cimanuk-Citanduy kerja sama DISHUTBUN Kabupaten Kuningan kelompok Cahaya Mekar IV desa Datar berhasil mendapatkan bantuan sebesar Rp 50.000.000., untuk pembuatan Kebun Bibit Rakyat (KBR). Dengan bibit kayu jenis ALBAZIA 36.000 batang Dan SENGON 4000 batang.

Menurut penuturan A.Tholani ketua kelompok Cahaya Mekar IV yang didampingi sekertarisnya Emon Darman pengolahan kebun ini mendapat dukungan masyarakat. “Alhamdulillah karena daerah desa Datar dekat dengan lokasi galian C dan banyak tanah darat kosong yan perlu dihijaukan lagi dengan adanya KBR ini masyarakat menyambut antusias. Sehingga dengan keberhasilan pembibitan kayu jenis Albazia ini menjadi kebanggaan warga kami.”ujar Ateng Tholani menuturkan.

Berkat ketelitian dalam merawat serta memberikan pupuk yang teratur Kebun Bibit ini sudah terlihat hijau pertumbuhannya sangat bagus. “Dengan bantuan dari DISHUTBUN ini desa Datar dan sekitarnya tahun depan akan indah dan hijau ditanami bibit Albazia ini sehingga bila sudah besar kayunya bisa di panen untuk kebutuhan desa Datar itu sendiri. Maka dari itu kami berharap mulai dari sekarang untuk peneneman musin tahun ini diminta warga untuk mempersiapkan lahan kosong untuk di hijaukan.”tamabh Emon menghimbau kepada semua warga penerima mampaat.

Ditempat terpisah Ono Wartono yang ditemuiHR diruangan kantornya berharap dengan bantuan pemerintah untuk menghijaukan dan menghutankan desa Datar dia berharap kapada semua warga yang memiliki tanah kosong untuk mempersiapkan segala sesuatunya pada musim tanam tahun ini.’”Mari kita dukung Program PEMKAB Kuningan yang melalalui DISHUTBUN ini dengan mempersiapkan lahan kosong disekitar aliran sungai Cisanggarung maupun di bukit-bukit karena kita telah mempersiapkan beribu-ribu batang kayu Albazia dan Sengon untuk ditanami di tanah milik warga desa Datar dengan gratis dibagikan bibit ini.”kata ONO menuturkan.

 “Kami atas nama pemerintahan desa Datar berterima kasih kepada PEMKAB Kuningan Melalui DISHUTBUN yang mana dengan bantuan pembuatan Kebun Bibit Rakyat ini insya Allah desa Datar kedepan akan hijau rindang berhawa sejuk. Dan kami mengajak kepada seluruh warga desa Datar untuk mendukung program pemerintah Kabupaten Kuningan karena toh hasilnya nanti untuk Warga yang menanam kayu ini,”tambah Ono Wartono Kepala desa DATAR menuturkan lebih jauh kepada wartawan koran ini. (Aceng/Nicko/Dodo)

Rabu, 10 Oktober 2012

Sosialisasi dan Pembinaan Kesiswaan Tentang BAHAYA NARKOBA


H. Sutrisno,SE, M.Si (Bupati Kab. Majalengka)
Majalengka,HR. Sosialisasi dan pembinaan kesiswaan tentang bahaya NARKOBA baru-baru ini digelar di Graha Sindangkasih Majalengka dihadiri auden sebanyak 2000 siswa SMA dan SMK ,puluhan kepala sekolah,para pembina kesiswaan SMA/SMK sekabupaten MAJALENGKA,juga hadir ketua FAPS PPN Propinsi Jawa Barat KH MasyurHidayatulloh,ketua DPRD Kabupaten Majalengka H Surahman S.Pd dan yang mewakili jajaran muspida kabupatenMajalengka.

Bupati Majalengka H. Sutrisno,SE, M.Si dalam sambutannya menyebutkan baik dan antusias kegiatan sosialisasi yang sangat bermampaat bagi para remaja maupun pihak sekolah seban bagaimanapun juga menjadi bagian tanggung jawab pemerintah untuk berupaya menyelamtkan remaja muda dari bahaya Narkoba. Salah satunya melalui upaya pembinaan hukum dan wawasan tentang bahaya narkoba.

Sosialisasi dan pembinaan kesiswaan tentang penyalahgunaan narkoba yang kita laksanakan pada hari ini adalah salah satu upaya dalam rangka menanggulangi ,berbagai permasalahan narkoba.Namun perlu dilakukan kegiatan secara terpadu dan konfrehensif dalam hal ini kinerja perlu mobilisasi masyarakat dan keluarga dalam pemecahan penyalahgunaan narkoba  dengan memperkuat pertahanan keluarga sebagai basis ketahanan di masyarakat dengan menetapkan keluarga sebagai inti celah memperkuat daya tahan masyarakat. Bupati berharap kepada peserta sosialisasi agar betul-betul mengikuti kegiatan ini dengan serius sehingga memahami tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. (IKIN/NICKO)