Kamis, 29 Maret 2012

SDN Simpayjaya dan SDN 2 Tanjungkerta Kec. Karangkancana telah terima Bantuan Program Nasional Rehabilitasi Ruang Kelas Tahun 2012


Walau saat ini kegiatan belajar mengajar di lakukan di luar ruang kelas, kadang di emperan sekolahnya atau gantian ruangan tapi semangat dan kegembiraan tercermin dari raut muka para guru yang mengajar di SDN SIMPAYJAYA.kenapa demikian, karena ruangannya sedang dalam tahap perbaikan mendapatkan bantuan rehab dari APBN/PUSAT.

SDN Simpayjaya dapat Bantuan Rehabilitasi Ruang Kelas, kini tampak sedang dibangun


Kini Ruang kelas SDN Simpayjaya yang berada di Desa Simpayjaya Kecamatan Karangkancana Kabupaten Kuningan dapat bantuan  Program Nasional  Rehabilitasi Ruang Kelas Rusak Berat Tahun anggaran 2012 dari pemerintah Pusat sebesar RP 203.802.OO6 di tambah swadaya masyarakat dari masyarakat desa Simpayjaya dan wali murid berupa tenaga kalau di uangkan hampir kurang lebih  30% dari anggaran bantuan dari Pemerintah pusat. “Beberapa bulan sebelumnya Surat Kabar Harapan Rakyat menerbitkan berita tentang kerusakan parah pada sekolah ini,dan alhamdulillah bulan Desenber 2011 telah dapat bantuan dua lokal di kerjakan rekanan dan sekarang tiga LOKAL dikerjakan swakelola, namun 1 lokal lagi masih perlu perbaikan seperti yang bapa lihat kondisi bangunannya sudah sangat memprihatinkan.”ujar Cahyadi Ketua Komite SDN Simpayjaya kepada HR.

“Kami ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada pemerintah Daerah, Provinsi maupun Pusat yang telah memberikan bantuan untuk rehab ruang kelas pada sekolah kami. Namun di samping itu kamipun masih sangat perlu satu ruangan kelas di tambah ruang kepala sekolah dan Perpustakaan.” Kata Muh Kalimi SPd kepala SDN Simpayjaya kepada HR. “Dan saya menghimbau kepada rekan-rekan yang datang baik itu Wartawan maupun yang mengatas namakan LSM cobalah lebih santun ketika kita berikan untuk bensin masa amplopnya di buka di depan mata kita kan itu tidak etis/sopan, kita ini ketika dapat bantuan seolah jadi ajang objekan pak, hari ini saja saya kedatangan hampir 15 orang sekali datang bergerombol empat sampai lima orang, entah itu surat kabar mana ga jelas pak ,” tambah guru-guru yang ikut berkumpul di ruangan bersama kepala sekolahnya berkeluh kesah kepada HR.

Muh Kalimi S,Pd (Kepsek SDN Simpayjaya) & Wakilnya Aripin S.Pd
Ketika HR diajak ke ruangan kelas lain yang terlihat memang sudah sangat mengkhawatirkan perlu segera dapat sentuhan perbaikan, yang mana atap dan kacanya bocor di sana sini. “Supaya bapak tahu ini ruang kelas yang rusak dan ruang kepala sekolahpun di sekat dengan ruangan guru, dan untuk taman bacaan murid-murid kami belum dapat bantuan PERPUSTAKAAN, maka kami mohon kepada pemerintah daerah, maupun pusat untuk memberikan bantuan yang saat ini kami butuhkan.” Lanjut Muh Kalimi lebih jauh.

Di tempat terpisah SDN 2 Tanjungkerta yang terletak di Desa Tanjungkerta Kecamatan Karangkancana pun dapat bantuan yang sama dengan SDN Simpayjaya. Kini pengerjaannya dalam tahap untuk penggantian dinding ,kusen dan genting. “Terima kasih kami ucapkan kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan Program Nasional Rehabilitasi Ruang Kelas Rusak Berat SD, yang mana saat ini masyarakat desa Tanjungkerta pun banyak sekali membantu kami dengan tenaga swadayanya,” Ujar M Sahudin SPd menuturkan kepada HR baru-baru ini. [Aceng Surya]

Sabtu, 24 Maret 2012

Tirta Agung Mas (TAM) Potensi Wisata Terbaik Dimiliki Kuningan


H T Mamat Robby Suganda,S.Sos (kiri depan) ketika berkunjung
ke Wahana Rekreasi Tirta Agung Mas didampingi Manager Operasional TAM, Dadi Suryadi
Apresiasi sangat positif dilontarkan salah seorang Anggota DPRD Jawa Barat, H.T Mamat Robby Suganda, S.Sos pada Wahana Wisata Tirta Agung Mas Luragung Kab.Kuningan. Hal itu disampaikannya saat Ia mengunjungi objek wisata tersebut beberapa waktu lalu. Menurutnya, tempat yang dibangun diatas hamparan sekitar dua hektar itu memperlihatkan betapa sangat potensi jika terus dikembangkan. “Wahana rekreasi ini cukup luar biasa dapat dibangun di daerah pelosok seperti Luragung,”Ucap Mamat berdecak kagum saat ditemui SN di lokasi. Melihat fasilitas yang tersedia cukup lengkap bagi sebuah objek wisata, didukung pesona lingkungan yang masih alami, Ia menilai Tirta Agung Mas merupakan potensi terbaik yang dimiliki Kuningan saat ini. “Kita harus bangga memiliki Putra Daerah seperti Kang Haji Ade (owner TAM.red) yang mempunyai ide cemerlang menjadikan daerahnya menjadi maju dan terkenal,”Katanya. Apa yang telah diperlihatkan Kang Haji Ade sambung Mamat, merupakan wujud kesungguhan seseorang yang memiliki kepedulian membangun tempat kelahirannya. “Ini juga bukti bahwa ketika ada kemauan dan keseriusan pihak swasta bisa melakukan sesuatu melebihi apa yang dapat dilakukan pemerintah daerah,”Tandasnya.

Tentunya, pihak Pemda Kuningan harus merasa bangga dengan pencapaian yang sudah dilakukan Tirta Agung Mas ini. Disamping itu, akan sangat ideal jika Pemda Kuningan dapat mendukung pengembangan selanjutnya yang mungkin sudah ada dalam perencanaan pemilik wahana wisata ini. Jika tercipta kerjasama yang sinergis, Mamat meyakini baik pihak pemerintah maupun pihak Tirta Agung Mas sendiri dapat berbagi kepentingan. “Saya yakin jika dikelola dengan manajemen yang baik TAM akan menjadi potensi besar tidak hanya untuk Kuningan, tetapi untuk Jawa Barat juga,”Sambungnya merasa bangga.

Dalam kesempatan yang sama, mewakili H. Ade S Koesmaprdja selaku pemilik, Manager Operasional Tirta Agung Mas. Dadi Suryadi menyampaikan terima kasih atas kunjungan salah seorang wakil rakyat Kuningan di objek wisatanya. Mudah-mudahan kunjungan tersebut memberi energi baru bagi pihaknya untuk senantiasa termotivasi memajukan TAM. “Kami beserta jajaran karyawan TAM akan senantiasa berupaya menjalankan setiap program yang dianjurkan Pak Haji Ade selaku pemilik”, Ucap Dadi. Ia berharap komunikasi antara Pak Haji Ade dengan pihak Pemerintah Daerah baik Kabupaten maupun Provinsi terus berjalan baik sehingga TAM dari waktu ke waktu akan berkembang maju. (NACEP)

Ruang Kelas MI Muhammadiyah Segong Perlu Perbaikan Segera


Ruang Kelas MI Muhammadiyah Segong
Madrasah Ibtida’iyah Muhamadiah Segong yang di pimpin Kepala Sekolah H.A. DURAHIP A.Md dibawah naungan yayasan Pimpinan Daerah Muhamadiah Kabupaten Kuningan yang terletak di desa Segong Kecamatan Karangkancana. Dua lokal ruangan kelas tampak memprihatinkan keadaannya di tambah tidak punya kantor untuk guru-gurunya. Menurut keterangan H.Udin Solehudin S.Pd dan Waryo tenaga honorer yang mengajar di sekolah itu bahwa atap bangunan tersebut sudah rapuh karena di makan usia. “Kami sangat prihatin melihat keadaan bangunan tempat kami bekerja karena bangunan ini sebetulnya sudah rapuh,dan kacanya sudah pada pecah,kami berharap dari instansi terkait bisa memperhatikan untuk bisa memperbaiki dua ruangan kelas yang telah tidak layak lagi.”ujar mereka berdua kepada HR. ”Dan seperti yang bapa lihat sekarang ruangan untuk guru pun sekolah ini tidak punya , saat ini guru-guru memekai ruang kelas. Kami betul-betul kalau ngajarpun takut karena atap bangunan ini rapuh pa,”kata H.UDIN menambahkan penuh harapan.

MI Muhamadiyah ini salah satu sekolah yang murid-muridnya berfrestasi contohnya dari cabang Olah Raga Vollyball, siswa MI ini Ikut bergabung dengan Team Kecamatan sebagai utusan Kecamatan Karangkancana Untuk Tingkat Kabupaten dan dalam perlombaan Calistung Siswa i MI ini di tahun 2010 menjadi juara III Tingkat Kecamatan.

Saat ini jumlah siswa yang ada di MI Muhamadiyah Segong sebanyak 139 murid dan tenaga pengajar/guru 13 orang hampir semua tenaga honor kecuali Kepala Sekolah nya ujar H. Udin Solehudin, S.Pd guru pindahan dari AL-Azhar Kelapa Gading Jakarta yang telah 5 tahun pindah ke MI ini.

Memang sangat wajar keprihatinan para guru ini kalau kita melihat langsung keadaan bangunan yang betul-betul sudah tidak layak. Karena terlihat sekali kaca-kaca jendela sudah pecah di sana sini. Seyogyanya pihak yayasan pun memperhatikan keamanan para murid yang belajar di MI itu,karena kita khawatir melihat prestasi anak-anak kita tidak di dukung dengan sarana dan prasarananya.Karena kalau kita melihat upah para gurupun hanya mengandalkan dari dana BOS yang tidak seberapa. “Saya minta kepada pemerintah daerah,profinsi maupun pusat untuk segera mengalokasika D.A.K untuk sekolah kami ini,karena saat ini musim hujan gentingnya pun sudah banyak bocor.”kata WARYO menerangkan  lebih jauh kepada HR. [ACENG.SURYA].

Pasca Serangan Penyakit Tanaman Padi di Desa Sukasari UPTD PTP3/BP3K Ciwaru Lakukan Pengendalian Cepat


Meski dalam intensitas yang belum mengkhawatirkan, serangan penyakit padi yang menimpa lahan pesawahan di Desa Sukasari Kec.Karangkancana Kab.Kuningan mengundang reaksi para pihak terkait. Salah satunya mendapat respon cepat dari UPTD PTP3 serta BP3K wilayah setempat. Di bawah komando langsung Kepalanya, H.Jejen Junadi, SP dan Elon Suparlan jajaran instansi ini dibarengi para petani pemilik lahan terjun langsung ke lokasi melakukan tindakan penyemprotan.

Kegiatan pengendalian serangan penyakit tanaman padi di Desa Sukasari Kec.Karangkancana yang dilakukan jajaran PTP3 serta BP3K Ciwaru beserta warga petani setempat 
H. Jejen Junadi Kepala PTP3 Kec. Ciwaru
Ditemui disela-sela kegiatan, kepada Wartawan Koran ini H. Jejen mengatakan apa yang dilakukan pihaknya merupakan bentuk langkah antisipatif agar serangan penyakit dapat dikendalikan. Sehingga tidak menyebar lebih luas lagi. Ia menuturkan penyemprotan ditempuh setelah sebelumnya pihak POPT, Nana Kusmana melakukan analisa dan pantauan di lapangan.   “Hasil laporan POPT ini kemudian kita tindaklanjut dengan mengeluarkan rekomendasi untuk melakukan pengendalian,”Terangnya.Ia membenarkan, di wilayah itu memang sekitar dua hektar tanaman padi terserang penyakit ‘blas’. Sisanya diperkirakan tujuh hektar dikatagorikan lahan terancam. Namun lanjutnya, klasifikasi serangan masih di bawah ambang ekonomis.

Untuk pengendalian itu, secara konkrit terhadap para petani, pihaknya memberi bantuan stimulan (perangsang) berupa obat fungisida bakterisida alami ( Nordox 56 WP ) sebanyak tiga kilogram bagi penanganan sekitar enam hektar areal yang terkena serangan. Jika tidak mencukupi, Ia menghimbau agar para petani melakukan swadaya untuk kepentingan pengadaan obat dimaksud.

Elon Suparlan Kepala BP3K
Menambahkan hal itu, Nana Kusmana selaku POPT wilayah setempat mengungkapkan, penyebab utama terjadinya serangan penyakit ini, disamping karena cuaca sedang memiliki curah hujan tinggi, terjadi juga karena sikap para petani di lapangan cenderung menggunakan pupuk urea (unsure Nitrogen)  terlalu banyak. Sedangkan menurut Nana air hujan itu sendiri sebenarnya sudah banyak mengandung unsur ‘N’. “Kami optimis penyemprotan yang dilakukan sekarang dapat  mengendalikan serangan penyakit,”Tandasnya.

Sementara itu para petani yang berada dilokasi ketika dimintai komentarnya berpendapat sangat respon dengan upaya pihak dinas terkait melakukan pengendalian hama. Ia berharap kegiatan serupa itu memberi hasil memuaskan. Mereka menilai serangan penyakit lebih dikarenakan cuaca yang kurang mendukung. “Peran PPL dari BP3K Ciwaru terhadap para petani sudah sangat baik mengajari teknis pola tanam,”Ucap Oman Rohaman salah seorang petani. Ia juga sering melihat petugas penyuluh lapangan terjun langsung menemui kelompok petani guna memberikan pemahaman. Sehubungan itu dirinya berharap agar PPL tersebut dapat lebih lama lagi bertugas di wilayahnya. “PPL yang bertugas di desa Sukasari ini kami nilai cukup bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya dan dia dekat sekali dengan para petani,”Pungkasnya diamini para petani yang lain.

Saat dikonfirmasi diruangan kerjanya Kamis [16/2] lalu Kepala Dinas Pertanian,Peternakan dan Perikanan, Ir. Hj. Triastami mengungkapkan bahwa serangan hama/penyakit terhadap padi yang hampir rutin terjadi setiap tahun dikarenakan ,kesadaran petani melakukan dini relatif masih kurang. Kebanyakan para petani melakukan tindakan ketika sawahnya sudah terserang penyakit,ungkapnya lebih jauh menanggapi hama yang saat ini sedang menyerang para petani. 
    
Ditempat terpisah Kepala Desa Sukasari Kecamatan Karangkancana Engkun Kursini merasa  betul-betul gembira dengan adanya gerakan penanggulangan hama yang telah di lakukan baru-baru ini oleh pihak UPTD BP3K Kecamatan Ciwaru dan UPTD PTP3 Kecamatan Ciwaru beserta jajarannya turun kelapangan. “Saya ucapkan banyak-banyak terimakasih kepada instansi terkait yang mana telah cepat tanggap atas laporan masyarakat untuk menanggulangi hama yang ada di desa kami, dan saya berharap masyarakat mau segera menanggulangi dan minta petunjuk PPL yang telah ditugaskan di desa kami,”ujarnya kepada HR. [ACENG,S]