Selasa, 28 Agustus 2012

Upacara HUT RI Ke-67 di Kecamatan Karangkancana terasa Hidmat

Drs. Saleh Rochiat, M.Si (Camat Karangkancana) sebagai Inspektur Upacara
KUNINGAN,HR, Walau terik matahari menyengat dan perut kosong para peserta upacara  dalam suasana menjalankan ibadah puasa, namun pelaksanaan Upacara  17 AGUSTUS memperingati hari kemerdekaan RI Yang Ke 67 masyarakat dann unsur pemerintahan desa dan Kecamatan Karangkancana melaksanakan upacara tersebut terasa hidmat dan meriah. Dengan diiringi GROUP Drum Band dari para murid SMPN 1 Karangkancana DAN GROUP Drum Band anak-anak yang dibawakan oleh murid SDN Kaduagung Yang jadi kebanggaan masyarakat asuhan guru pembimbingnya .

Tanpa terasa lapar,haus dan panasnya terik matahari  masyarakat terliat antusias mengikuti semua acara yang di gelar dalam upacara tersebut. Raut muka ceria dari para peserta mencerminkan kegembiraan mendapatkan kemerdekaan yang diperjuangkan para pahlawan terdahulu yang di dapat dengan tumpahan darah para Pahlawan. Mayarakat tua muda pria maupun wanita tumpah ruah di lapangan sepak bola desa Karangkancana.

Suasana Upacara HUT RI ke-67 di Kec. Karangkancana
Dalam upara kali ini dengan komandan Upacara SERDA NURISAK dari KORAMIL Ciwaru dan pembacaan UUD,45 Dibacakan PELDA NUSDI Dan PANCASILA dibacakan oleh BRIPKA AGUS ZAENAL ARIPIN dari POLSEK Ciwaru. Upacara ini dihadiri semua Kepala Desa Yang ada diwilayah kecamatan Karangkancana dan beberapa Kepala  UPTD dan masyarakat dari 9 desa. Tampak pula para murid dari beberapa SD dan SMP yang mewakilinya.

Bupati Kuningan H Aang Hamid Soeganda S.Sos dalam sambutannya yang disampaikan Drs Saleh Rochiat Msi Camat Kecamatan Karangkancana “Seraya memanjatkan segala puji dan sukur kehadirat ALLAH SWT atas perkenannya,hari ini kita dapat memperingati hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan ke 67 Republik Indonesia.Dalam momentum peringatan   HUT RI ini saya mengajak kepada warga Kuninganuntuk dapat melakukan sesuatu yang positif dan bernilai bagi kepentingan masyarakat,bangsa,dan negara berdasarkan profesi masing-masing dalam upaya mempercepat keberhasilan dalam pembangunan sesuai dengan cita-cita Proklamasi dan tujuan pembangunan Nasional. Dalam tema di atas saya garis bawahi,bahwa semangat Proklamasi 17 AGUSTUS 1945 harus senan tiasa menjadi spirit dan daya juang bagi kita untuk terus bekerja demi kemajuan Bangsa Dan Pembangunan yang merata disegala bidang.

Dari kerja keras pemerintah dan warga Kuningan telah banyak Prestasi dan penghargaan yang diperoleh Bupati,Wakil Bupati dan Masyarakat Kabupaten Kuningan lainnya.Diantaranya akhir tahun 2011 sampai dengan 2012 ini,baik di Tingkat Provinsi maupun Nasional,yaitu:
1.Penghargaan INDONESIA GREEN REGION AWAR (IGRA) dari majalah SWA DAN Radio KBR68H di Jakarta.
2.Anugrah pengemangan kota hijau dari Kementrian Pekerjaan Umum RI
3.Penghargaan SWASTI SABA (Kabupaten Sehat,Red) dari Mentri Kesehatan RI.
4.Peenghargaan Raksa Prasadha berkat komitmen kuat terhadap pemeliharaan lingkungan yang meliputi upaya-upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dari Pemerintah Propinsi Jawa Barat.
5.Penghargaan SATYALENCANA KEBAKTIAN SOSIAL penghargaan ini diberikan atas jasa di bidang Sosial.
6.KALPATARU dari Presiden RI pada tahun 2012.
7.P3BN (Program Peningkatan Produksi Beras Nasional) dari Presiden.
8. PLB AWARD tingkat Jawa Barat dari persatuan Guru Luar Biasa Jawa Barat.
9.KARTINI AWARD dri radar Cirebon diserahkan dalam rangka hari Kartini. 

Ini sebagian penghargaan yang didapat yang jadi kebanggaan PEMDA Kab.Kuningan dan masyarakat Kuningan khususnya ujar Drs,.SALEH Rochiat MSI Camat kematan karangkancana lebih jauh kepada wartawan koran ini. Drs Saleh Rochiat menambahkan kepada masyarakat sekecamatan Karangkancana atas nama pribadi dan pemerintahan kecamatan Krangkancana memohon maaf yang sebesar-besarnya. Danterima kasih kepada semua peserta upacara yang telah melaksabnakan upacara dengan meriah dan tertib, dan kepada Group DRUMMBAND Kebanggaan dari SMPN 1 Karangkancana lebih giat lagi berlatih untuk hasil yang maksimal.,ujarnya.   
         
Diluar acara upara Dudung Nurfalah kepala desa SIMPAYJAYA merasa betul-betul terasa hidmat upacara kali ini dalam suasana bulan Ramadan yang betul-betul hati nurani nya tersentuh. Pengorbanan para Pahlawan yang memperjuangkan NEGERI ini begitu berat dan mari kita lanjutkan dengan pembangunan yang maju untuk kabupaten Kuningan yang kita cintai ujarnya antusias. (ACENG.S/ IKIN.R/ RONI )

Kamis, 26 Juli 2012

SDN 2 CIHIDEUNGGIRANG GIAT REHAB RUANG KELAS RUSAK BERAT

Kepala SDN 2 Cihideunggirang 
ENI SUHENI S.Pd M.M
Bantuan pemerintah yang di gulirkan untuk sarana dan prasarana dunia pendidikan kini sangat di rasakan masyarakat desa Cihideunggirang Kecamatan Cidahu Kuningan. Begitu juga dengan SDN 2 Cihideunggirang yang saat ini tengah membangun ruang kelas  yang rusak berat dari dana bantuan Rehab Ruang Kelas Sangat Rusak dari pemerintah pusat sebanyak 3 lokal dengan dana bantuan Rp 208 juta kurang lebih. Walau kepala sekolah nya seorang perempuan tapi beliau tampak aktif mengawasi bangunan kelas “Saya selalu memantau para pekerja supaya pekerjaannya berkwalitas dan sesuai R.A.B yang telah di tetapkan pemerintah.” Kata ENI SUHENI S.Pd M.M kepala sekolah yang terlihat enerjik  dan sopan kepada insan Pers.

Menurut penuturan ENI SUHENI S.Pd.M.M kepala SDN 2  Cihideunggirang kepada HR bahwa pembangunan saat ini sudah hampir selesai 45%, dan dia berharap dapat bantuan dari pemerintah daerah,provinsi maupun pusat untuk ruangan PERPUSTAKAAN supaya menunjang sarana belajar mengajar. Menurut Eni walau ia seorang perempuan tapi dalam kegiatan di sekolah nya  tidak kalah dengan sekolah lain,dengan bukti beberapa Prestasi telah diraihnya,dengan berbagai piala penghargaan dari tingkat Kecamatan maupun Kabupaten.

3 LOKAL KELAS YANG DAPAT BANTUAN REHAB
Seperti terpantau HR di samping sekolah berdiri Musholah baru ukuran 5x4 m dapat bantuan swadaya murni dari wali murid dan donatur. “Alhamdulillah wali murid di sekolah ini asal untuk kepentingan kemajuan anak didik di SD N 2 Cihideunggirang ini tidak susah memungut iuran untuk sarana ibadah seperti untuk pembangunan Musholah ini masyarakat kompak mendukung, dan sepanjang kepala sekolahnya Ibu ENI  pembangunan di SD ini tampak terlihat jelas perubahannya dari tahun ke tahun.”kata EDO ketua Komite sekolah SDN 2  Cihideunggirang  yang terlihat aktip mengawasi pembangunan. Prestasi yang di ukir murid-murid SDN 2 Cihideunggirang pun sangat di perhitungkan di tingkat kecamatan maupun kabupaten. Dalam bidang olah raga dan kesenian pun setiap ada momen di tingkat kecamatan Cidahu selalu dapat juara dalam 3 besar. Seperti di tahun ini 2012  prestasi unggulan menjadi juara satu Biantara putra-putri tingkat kecamatan Cidahu dalam rangka PASKAB [Pekan Apresiasi Seni Tingkat Kabupaten], Juara SATU Pidato dalam rangka Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) mewakili kecamatan Cidahu di tingkat kabupaten. [ACENG SURYA/Roni Handoko/I.BACHRUDIN]

REMAJA MESJID ”AL-BAYYINAH” GIAT GELAR ACARA BANGUNKAN MAKAN SAHUR (OBROG) DI BULAN RAMADAN

Dengan gerobak dorong mereka gelar acara Bangunkan
Makan Sahur dengan Musik Dangdut keliling kampung
Dalam bulan Ramadan ini remaja mesjid AL-BAYYINAH desa Tanjungkerta Kecamatan Karangkancana setiap hari disibukan dengan beribadah dari mulai bersih-bersih sarana ibadah,shalat Tarawih bersama dan menjelang pagi mereka menggelar acara bangunkan Makan sahur (OBROG) dengan membawa gerobak dorong masuk gang keluar gang dengan suguhan musik Dangdut.

Hal ini tidak lepas dari bimbingan  Oos Kosasih S.Pd tokoh pemuda yang merangkap sebagai ketua BPD dan dia juga adalah seorang guru SD yang kreatif dalam hal seni.”Setiap bulan Ramadan kami dari tahun ke tahun selalu mengadakan kegiatan ibadah sosial untuk warga desa Tanjungkerta yang menyertakan para remaja Mesjid membangunkan warga dari tidurnya  segera masak untuk hidangan makan Sahur keluarganya masing-masing.”kata OOS antusias kepada HR yang mengikuti acara mereka sampai selesai.

Dalam menggelar acara ini mereka sudah terlihat sibuk dari mulai jam 24.00 dini hari untuk mempersiapkan peralatan musiknya. Menurut Oos peralatan itu seperti soundsisteem hasil sewa Rp 600.000 selama bulan Ramadan adapun alalt-alat musiknya adalah milik remaja mesjid itu sendiri , hasil dari tabungan uang saweran pemberian warga di akhir bulan Ramadan. Dari warga setiap bulan Ramadan kita dapat Saweran sekitar Rp 1.5 juta sampai Rp 2 juta,hasil tersebut selain untuk THR para remaja mesjid 15% nya di tabungkan untuk biaya perawatan alat musik Dangdut ini kata Oos lebih jauh.

“Terus terang kami sangat prihatin dengan peralatan yang sangat minim ini,kalau boleh kami sangat berharap bantuan dari kepala desa menyisihkan dari dana apapun, terus dari PEMKAB Kuningan juga bisa memberikan perhatian serius dalam pendanaan, yang mana ini adalah salah satu bentuk KREATIFITAS remaja untuk menjaga mereka dari perbuatan yang bukan-bukan,kami sangat mengharapkan perhatian nya dengan bantuan dana untuk sekedar melengkapi peralatan yang ada. Karena kalau kita lihat mereka sudah bisa dan handal memainkan alat musik ini,tinggal kita dukung dengan peralatan yang maksimal.” Tambah Oos penuh harapan.

Dengan kegitan Remaja Mesjid AL-BAYYINAH ini para warga merasa di untungkan dalam melaksakan ibadah puasa ini,karenamenurutnya dengan lantunan lagu dangdut yang merdu mereka bangun tidak kaget dan warga merasa terhibur,”Saya senang dengan kegiatan mereka, dengan suara merdunya mereka bangunkan kami dari tidur untuk masak hidangan sahur keluarga, walau nantinya di akhir bulan romadan kita dipinta sumbangan suka rela tapi hati ini senang. Kalau tidak ada Musik Dangdut Dorong itu kita selalu kesiangan bangunnya.” Kata ibu Seri wara Desa Tanjungkerta kepada HR menjelaskan.   (CECEP RIADI)

Pengurus Di Beberapa Wilayah Kecamatan tiap DAPIL Terbentuk


Memasuki pertengahan tahun 2012 ini, komunitas relawan bernama ‘MR Peduli’ terus bermunculan di tatar Kuningan. Hampir delapan puluh persen pengurus wadah ini di setiap wilayah kecamatan telah terbentuk. Mengindikasikan roda organisasi ini berjalan cukup baik dan mendapat simpati masyarakat.

Demikian diungkapkan Ketua Tim ‘MR Peduli’ Kab.Kuningan, Saidun saat mengukuhkan kepengurusan ‘MR Peduli’ wilayah Kec.Luragung ,Cimahi,Karangkancana dan Ciwaru di meeting room Wahana Rekreasi Tirta Agung Mas Luragung beberapa waktu lalu. Tidak kurang sekitar lima puluh orang tokoh dari beberapa kecamatan serumpun ini yang berasal dari berbagai kalangan dan profesi resmi dikukuhkan. Diantaranya, ada Kepala Desa dan perangkatnya, Kepala Sekolah serta Guru. Disamping juga tokoh masyarakat lainnya.

 “Alhamdulillah kepengurusan beberapa wilayah kecamatan di tiap DAPIL sudah terbentuk,”Ucapnya. Ia merasa ajakan pihaknya terhadap beberapa tokoh masayarakat yang ada di kedua kecamatan ini telah mendapat respon sangat positif. Terbukti kata Saidun,  sejumlah nama yang hadir telah siap membangun dan menjalankan peran ‘MR Peduli’ di tengah-tengah masyarakat.

 Lebih jauh Pria Kelahiran Demak Jawa Tengah ini menjelaskan, komunitas relawan “MR Peduli’ lahir atas gagasan cemerlang H T Mamat Robby Suganda yang kini bertugas di DPRD Provinsi Jawa Barat. Wadah ini terinspirasi dari pemikiran beliau (red H T Mamat Robby Suganda) lanjut Saidun, untuk menjadi kepanjangan tangannya  dalam memberi perhatian terhadap masyarakat di Kab.Kuningan.“Karena keterbatasan kesempatan dan waktu akibat kesibukan dinas menjadi perwakilan rakyat di provinsi, Pak Haji Mamat Robby berinisiatif membentuk komunitas yang dapat berperan menjalankan program kepeduliannya bagi daerah Kuningan,”Terang Kepala SMK Auto Matsuda Kuningan ini.

Selain itu ditambahkannya, eksistensi ‘MR Peduli’ di setiap wilayah kecamatan diharapkan mampu menggali serta menjadi corong aspirasi bagi masyarakat yang akan ditujukan terhadap lembaga perwakilan rakyat, khususnya bagi H T Mamat Robby Suganda sendiri.
“Hal ini tentu akan memberi manfaat terhadap kedua belah pihak, dan harga mati Pak Haji Robby harus jadi bupati Kuningan” Sambung Saidun lagi.

Sehubungan itu Ia berharap kepengurusan ‘MR Peduli’ di setiap wilayah harus dapat menjalin hubungan baik dengan masyarakat serta bersinergi dengan semua komponen yang memiliki pemikiran serta kepedulian yang sama untuk memajukan Kuningan. Pantauan Wartawan Koran ini di lokasi acara, akhirnya terpilih Tokoh Masyarakat pituin kelahiran Kec.Cimahi, Didi menjadi Ketua Tim ‘MR Peduli’ Wilayah kedua kecamatan di bagian timur Kuningan. Mendampinginya sebagai wakil ketua, mantan Kepala Desa Sindangsuka, Dadi Suryadi serta Harju dari tokoh muda. Sementara, Udin Samsudin terpilih menjadi sekretaris dan Kosim selaku bendahara. (ACENG.S/I.BACHRUDIN).

Tantangan terberat Operator perekaman e-KTP

Kedatangan Operator Perekaman e-KTP
disambut antusias warga Dusun Cipari Desa Margacina
Ini adalah salah satu resiko pekerjaan yang dialami para Operator Perekaman e-KTP dari Kecamatan Karangkancana yang ditugaskan untuk perekaman dengan metode jemput bola, ke desa terpencil yaitu Desa Margacina dan di Dusun Cipari yang kondisi jalannya sangat rusak dan berbukit terjal bila tidak hati-hati nyawalah taruhannya. Namun demikian mereka dengan semangat pengabdian dan demi pelayanan terhadap masyarakat yang maksimal resiko apapun di tempuhnya juga.

Pantauan HR mengikuti perjalanan menuju Desa Margacina dengan para petugas Kecamatan Karangkancana untuk perekaman e=KTP tersebut memang meniti jalan yang sangat ekstrim karena jalan menuju desa tersebut sudah rusak parah dan kiri kanannya jalan tersebut terdapat tebing dan jurang terjal. Dibarengi dalam keadaan fisik lemah karena kami semua lagi menjalankan ibadah puasa. Tapi hati kami semua terobati dengan sambutan warga Desa Margacina yang antusias ini ujar Zaenudin SE sumringah. 

“Selamat datang para petugas perekaman e-KTP dari kecamatan yang telah susah payah datang ke desa kami untuk meningkatkan pelayanan yang maksimal buat warga desa kami tercinta, dan terima kasih tak terhingga kami ucapkan kepada para petugas walau dalam keadaan berpuasa namun mereka melayani masyarakat dengan muka yang ceria,”ujar Ny. NANAY Sekdes desa Margacina yang terlihat sibuk memanggil warganya satu persatu untuk di photo.

“Alhamdulillah dengan cara jemput bola seperti ini warga kami sangat di untungkan, karena kami tidak susah datang ke kantor kecamatan sangat tidak terbayangkan kalau harus datang langsung pemotoan di kantor kecamatan entah kapan selesainya warga desa kami membuat KTP ini.”kata D. SUTARDI Kepala Desa Margacina kepada HR. “Dengan jarak kurang lebih 6 Km dari desa kami ke kantor Kecamatan dengan kondisi jalan rusak parah mungkin resiko kecelakaanpun akan tinggi karena semua warga wajib KTP akan tumpah ruah ke kota kecamatan, untungnya dengan cara seperti ini warga kami betul-betul berterima kasih apalagi pelayanan perekaman sampai tengah malam sambil menanti makan sahur tiba.” Tambah SUTARDI lebih jauh.

 “Walau kondisi jalan seperti yang bapa lihat tadi, kami semua tidak merasa terbebani karena sambutan warga wajib KTP begitu antusias menyambut kami petugas dari kecamatan yang datang kedesanya. Kami berterima kasih sekali atas sambutan warga desa Margacina yang telah mendukung suksesnya Program Pemerintah untuk perekaman e-KTP di Kecamatan Karangkancana yang mana Alhamdulillah walau jarak dari kantor kami lumayan jauh di kaki gunung tapi kami sangat gembira karena pencapaian target di Kabupaten mendapat peringkat 3 dari 32 kecamatan yang ada berarti Kecamatan Karangkancana telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan 70%.” Kata Zaenudin dan Yaya Waluya optimis dengan keberhasilan e-KTP dengan metode jemput bola ini.(ACENG/CECEP.RIADI)